Monday, August 30, 2010

WAKTU



Pulang, ketika mendengar kata 'Pulang' yang terlintas di benak saya adalah kembali ke suatu tempat yang sangat nyaman, tempat untuk memupuskan segala gundah gulana, tempat untuk melerai segala lelah, tempat di mana saya bisa menemukan semua yang saya butuhkan dalam hidup saya, tempat bersemayam kasih sayang, tempat beristirahat yang sangat tenang. Iya PULANG, siapa yang tak ingin pulang? anak kos pengin pulang, orang merantau pengin pulang, dan saya ingin pulang.

Jika pulang ke rumah dunia begitu indahnya, maka hati kecil saya bertanya-tanya, mengapa pulang ke rumah TUHAN begitu menakutkan bagi sebagian orang, dan bagi saya juga tentunya, padahal kepulangan kerumah TUHAN sudah pasti terjadi, suka nggak suka pasti pulang, harusnya begitu menyenangkan karena dengan pulang saya akan bertemu dengan pemilik napas saya, pasti INDAH … contoh saja ketika seorang karyawan sedang sibuk bekerja tiba-tiba bos beliau bilang “kamu, pulang gih istirahat” pasti bukan main senangnya karyawan tersebut, waktu sekolah begitu bel pulang berbunyi, senang sekali rasanya, lepas dari kepenatan iya kan? lalu kenapa ketika terpikir bahwa TUHAN yang akan meminta saya pulang, bulu kuduk saya langsung berdiri, TAKUT!!

Mungkin bukan pulangnya yang menakutkan tapi karena ketika saya pulang saya tahu bahwa saya akan dihisab, seperti Ayah saya yang sibuk menanyakan apa yang saya lakukan ketika berada di luar rumah? kemana saja saya pergi selama jauh dari rumah? sudah makan apa belum? pergi sama siapa saja? kalau saya melakukan yang baik baik, pasti Ayah saya akan sangat bahagia, bahwa selama di luar rumah saya menolong pemulung mencari makan, bahwa saya tadi melangkahkan kaki saya untuk beribadah, ke lembaga-lembaga menuntut ilmu, bahwa saya tidak melakukan hal hal yang Ayah saya larang, pasti saya nggak takut pulang dong, malah pengin cepet pulang, ketemu Ayah dan bisa duduk di teras dengan taman yang indah sambil berceloteh tentang hal-hal yang indah yang saya lakukan.

Sekarang bayangkan ketika saya pulang menghadap TUHAN, apakah saat TUHAN memanggil saya pulang saya sedang mengejar dunia atau ketika panggilan pulang itu datang ketika saya sedang mengejar akhirat?

Harusnya saya menyadari bahwa jadwal kepulangan saya sudah diatur oleh TUHAN, kapan dan di mana saya akan dipanggil pulang, hanya tidak diberitahukan pada saya kapan dan di mananya, karena kalau dikasih tahu nanti saya kaget, dan TUHAN maha menunjukan kebesaranNYA dengan menjadikan jadwal kepulangan manusia sebagai misteri, agar manusia menyadari bahwa TUHAN maha besar, saya hanya diberi tahu bahwa saya pasti pulang namun kapan dan dengan kendaraan apa saya pulang dirahasiakan oleh TUHAN.

Kapan berangkatnya saya memang tidak tahu karena jadwal kepulangan saya hanya TUHAN yang tahu, dan untuk kepulangan ini TUHAN memberi saya open ticket, iya open ticket itu bernama WAKTU, dan ini one way ticket bukan return ticket jadi waktu ini yang harus saya manfaatkan dengan cerdas, jangan mau jadi manusia yang bodoh dan mudah dibisikin setan hingga menjadi hamba setan untuk mengisi waktu dengan maksiat atau mau jadi hamba TUHAN, waktu kita mungkin gak lama lagi.

Kebayang nggak kalau saya dipangil pulang saat saya lagi berbuat maksiat, Ayah saya aja pasti ngamuk apalagi TUHAN.

Kembali ke soal ticket tadi, ketika jadwal itu menjadi misteri, yang bisa saya lakukan adalah mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya, agar saya dapat pulang dengan kendaraan ber-AC, mendapat window seat, mendapat tempat duduk di kelas executive yang lega dan nggak umpel-umpelan, siapa yang nolak coba?

Iya, sekarang TUHAN masih memberi kita waktu kan? JANGAN sia-siakan. Perbaiki diri, jalankan perintah TUHAN dan jauhi laranganNYA, tugas kita hanya ini sebagai hamba, apa ada yang lain?

Intinya bagaimana mengisi waktu yang mungkin tidak lama lagi ini, ingat selalu apakah perbuatan saya ini perbuatan yang TUHAN perintahkan atau yang dilarangNYA? Hanya perlu bertanya pada hati nurani, satu bagian bernama qolbu ini tidak pernah bohong, salah ya salah benar ya benar.

Dan kini saya tahu bahwa ada satu yang tak akan pernah kembali, yaitu WAKTU!!

Sunday, August 15, 2010

Let It Go and Forget it!

Tadi malam aku iseng-iseng baca save-an chatku dengan beberapa teman. Ekspresi yang pertama kali muncul SANGAT KAGET. Nggak nyangka ya dulu aku seperti itu. Bisa-bisanya aku berbuat hal itu. Sebuah kesalahan terbesar yang mungkin pernah aku buat. Iya kali ya dulu aku nggak mikir panjang makanya sampai seperti itu. Sampai-sampai ada salah seorang teman yang bertanya, "kamu orangnya panasan ya?" iya juga ada benarnya temanku bertanya seperti itu mungkin dia berpikir, "kok bisa sih iwan itu begitu? nggak salah tuh?"

Sampai sekarang juga aku heran dengan perbuatanku yang waktu itu. Ditambah lagi baru-baru ini kok mau-maunya sih aku seperti itu? Tambah heran lagi aku. Sangat disesalkan sekali perbuatanku waktu itu.

Ketika beberapa minggu kemudian setelah 'keluar' dari lubang singa, berbagai komentar berdatangan melayang-layang dengan indahnya ke mukaku. "nah gitu dong wan. aku aja kaget kamu mau-maunya seperti itu" "waktu aku liat orang itu aku nggak sreg lho" "akhirnya wan" dan masih banyak lagi. Rasanya ketika mendengar komentar-komentar itu aku pengin loncat aja dari Novotel haha, iyalah malu banget rasanya ternyata selama waktu itu mereka berpendapat seperti itu.

Terima kasih ya teman-teman khususnya Ita yang sangat galak sekali kalau aku sudah cerita menyangkut soal hal itu :)

Friday, July 16, 2010

rrrr

Siapa aku dan siapa kalian. Ya, aku tahu! Tapi apa mau dikata kalaupun sudah mencoba untuk membohongi diri sendiri ataupun pura-pura tidak tau atau pura-pura tidak menyadarinya sama sekali kalau itu memang tidak bisa dibohongi, tidak bisa tidak diketahui, dan tidak bisa tidak disadari akan kebenarannya?

Cukup sedikit saja sudah membuat itu semuanya jelas, tidak usah ditambahi dan tidak usah dikurangi. Terlebih dengan tidak sengajanya aku melihat! Melihat langsung dengan mata kepalaku sendiri berkali-kali untuk memastikan apa yang kulihat itu benar-benar nyata bukan bayangan ataupun imajinasi tapi sebuah kenyataan!

Intinya aku udah di TITIK JENUH!

Thursday, June 24, 2010

Sehidup-Semati

Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un "semuanya milik Allah dan akan kembali lagi pada-Nya"

Rabu, 23 Juni 2010 bisa dibilang hari terberat untuk keluargaku terutama papaku. Ini bukannya aku mau lebay atau apa tapi memang benar begitu adanya. Ketika aku pulang dari rumahnya Banu sehabis pesta perpisahan kelas, mamaku langsung menyampaikan, "wan, uwa Aam meninggal jam 4 lewat 15 tadi sore" aku kaget mendengarnya apalagi ketika mamaku cerita kalau tadi paginya sekitar jam setengah 10an papaku diberitahu kalau uwa Ujang (suaminya uwa Aam) masuk ICCU Rs. St. Boromeus Bandung karena penyempitan pembuluh darah di jantung dan uwa Aam itu bilang ke papaku kalau nggak mau ditinggalin uwa Ujang dan Allah berkata lain, kurang lebih 6 jam berikutnya uwa Aam dipanggil Sang Punya Hidup karena komplikasi jantung dan liver. Sedih sekali ketika mengetahui berita itu. Dan kurang lebih 6 jam berikutnya yaitu jam 9.45 malam papa mendapat telepon dari Bandung kalau uwa Ujang juga meninggal. Mamaku langsung mendatangi aku dan memberitahu kabar tersebut. Aku yang saat itu sedang membaca novelnya Benazir di ruang tv langsung menutup novelnya dan hampir menangis tapi aku tahan. Mamaku langsung menelepon kakekku dan memberitahu kabar ini. Papaku sibuk dengan hpnya menelepon dan sms saudara-saudaranya. Saya? Hanya duduk terdiam membisu saja tidak tahu harus ngapain dan saya benar-benar merasa telah ditunjukkan kebesaran Allah SWT, Sang Punya Hidup. Ia mengabulkan permintaan hambanya yang tidak mau ditinggalkan sendirian oleh suaminya sehingga Ia memanggil istrinya dulu kemudian memanggil suaminya dan mereka berdua sama-sama dipanggil untuk menghadap Yang Maha Kuasa di hari yang sama namun hanya berselang 6 jam saja.

Akhir kata, aku sebagai keponakannya hanya bisa mendoakan kalian berdua, selamat jalan uwa Aam dan uwa Ujang, semoga amal ibadah kalian diterima Allah SWT :)

Tuesday, June 22, 2010

...............

Aku sadar aku salah

Aku tahu aku nulis seenaknya aja

Aku tahu aku egois

Aku tahu aku nggak memikirkan perasaan kalian

Kalian harus tahu kalau itu semua luapan emosi sesaat

Aku nggak tahu harus seperti apa

Aku nggak tahu harus cerita ke siapa

Aku nggak tahu harus minta solusi ke siapa

Maaf kalau aku sudah menyakiti perasaanmu, teman

Maaf atas semua tindakanku selama ini, teman

Terakhir, teman aku minta maaf..........

Thursday, June 17, 2010

I love her, but I’m just too shy. And I don’t know why ..

(1 SMA) Saat aku duduk di kelas bahasa inggris, kutatap gadis disampingku. Dia adalah sahabatku. Kutatap rambut panjang sehalus sutra-nya, dan berharap dia adalah milikku. Tapi dia tidak menyadarinya, itu yg aku tahu. Setelah kelas selesai, dia berjalan ke arahku dan meminta catatan yang ketinggalan kemarin, dan kuberikan padanya.

Dia berkata “terima kasih” dan memberi ciuman di pipiku. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

(2 SMA) Telepon berdering. Di ujung sana, ada dia. Dia menangis, dan berkata terus-terusan betapa kekasihnya telah menghancurkan hatinya. Dia memintaku untuk datang karena dia tak ingin sendirian, dan aku pun datang. Aku duduk di sofa di sebelahnya, menatap matanya yang lembut, berharap dia adalah milikku. Setelah 2 jam berlalu dng sebuah film Drew Barrymore & tiga kantong kripik akhirnya dia memutuskan untuk tidur.

Dia melihatku, berkata “terima kasih” dan mencium pipiku. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

(3 SMA) Sehari sebelum pesta kelulusan dia berjalan ke lokerku. “Pasanganku sakit” katanya. Dia tidak mungkin bisa cepat sembuh & aku tak punya pasangan. Sewaktu SMP, kami pernah membuat janji jika ada diantara kita yang tak punya pasangan maka kita akan datang berdua, sebagai teman baik.Dan itu yang kami lakukan. Malam kelulusan, setelah semuanya selesai, aku berdiri di depan tangga rumahnya. Dia tersenyum padaku, dan memandangku dengan matanya yang sebening kristal. Aku ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinya dia tdk punya perasaan yg sama & aku tahu itu.

Lalu dia berkata “Ini salah satu momen terindah buatku, terima kasih” dan menciumku di pipi. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Hari Wisuda Sehari berlalu, lalu seminggu, lalu sebulan. Sebelum aku sempat berkedip, ini sudah hari kami wisuda. Kulihat tubuhnya yang sempurna melayang seperti malaikat di panggung untuk menerima diploma. Aku ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinay dia tdk menyadarinya & aku tahu itu. Sebelum semua orang pulang, dia mendatangiku dengan pakaian & topinya, dia menangis ketika aku memeluknya.

Lalu dia mengangkat kepalanya dari pundakku, dan berkata “kau sahabat terbaikku, terima kasih” dan mencium pipiku. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Beberapa tahun kemudian Sekarang aku duduk di bangku gereja, ini hari pernikahannya. Aku melihatnya mengatakan “ya, saya bersedia” dan memasuki kehidupan barunya, menikahi seorang pria. Aku ingin dia menjadi milikku, namun sptnya dia tdk mengetahuinya dan aku tahu itu. Sebelum pergi, dia mendatangiku dan berkata “kau datang!”.

Dia berkata “terima kasih” dan mencium pipiku… Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Pemakaman , Bertahun-tahun berlalu, aku menatap peti mati berisi wanita yang menjadi “sahabat terbaikku”. Dalam acara itu, mereka membacakan buku harian yang ditulisnya ketika dia masih SMA.

Tubuhku terkulai lemas ketika kudengar: “Aku memandangnya & berharap dia adalah milikku tapi sepertinya dia tidak mengetahui perasaanku dan aku tahu itu. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu & aku tak tahu kenapa. Kuharap suatu hari dia akan berkata jika dia mencintaiku…” ”Kuharap juga begitu” aku berkata pada diriku sendiri & airmatakupun jatuh membasahi wajahku…



*lupa nih ngambil dari mana hehe

Sunday, June 13, 2010

Tengah Malam Nggak Ada Kerjaan

Hari Jumat kemaren pas ulangan Bu Raden (aku bilang sih premannya SMANSA) tiba-tiba datang ke kelas sambil teriak "EEE HP SEMUANYA DIKUMPULIN KE DEPAN" dalam hatiku "krik nggak bisa buka kamus aku" fyi kalau soalnya bahasa inggris aku suka buka kamus di hp :p keringat dingin langsung bercucuran. Pertamanya aku pikir paling biar nggak pada nyontek lewat sms aja tapi ternyata bukan itu. Guru-guru razia hp murid siapa tau ada video bokepnya terus hpnya disita dengan daling orang tua yang harus ambil ke sekolah padahal apa yang terjadi??? Guru-guru rame nonton juga -_- terus besoknya (hari Sabtu kemaren) Ilva cerita kalo di X-3 ada yang hpnya disita terus yang ngerazia Bu Mahmudah lagi pasti seru tuh suasana kelasnya hahha

DI Tengah Suara Kodok

Hei, kamu pikir aku takut sama kamu? Kamu pikir kamu ini siapa? Aku nggak takut sama kamu. Terserah kamu mau nagnggep aku ini siapamu. Mau nganggep MUSUH sekalipun boleh itu urusanmu juga. Jangan cuma karena hal sepele kamu jadi punya pikiran yang nggak-nggak sama aku! Kamu kira aku bakal nggak punya teman apa kalo kamu ngejauhin aku? Hahaha sorry sorry aja ya justru kamu yang harus ngaca. Siapa sih teman-temanmu paling cuma itu-itu aja karena kamu nggak mau bergaul dengan orang lain. Kamu sendiri yang membuat dirimu itu eksklusif. Kamu bukan teman yang baik!